Mengubah Investasi Teknologi Jadi Nilai Strategis bagi Organisasi

Redaksi
RedaksiPenulis
Tim Redaksi
Tim RedaksiEditor
13 Januari 2026Selasa, 11:55 WIB
80
Mengubah Investasi Teknologi Jadi Nilai Strategis bagi Organisasi

Foto:Sururi Ikfi, Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang

KAJIAN JURNAL
Mengubah Investasi Teknologi Jadi Nilai Strategis bagi Organisasi

Oleh Sururi Ikfi

(Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)


Di tengah percepatan transformasi digital, banyak organisasi di Indonesia dan dunia berlomba meningkatkan investasi pada teknologi informasi (Information Technology – IT) dan sistem informasi (Information Systems – IS). Namun fenomena yang mengejutkan adalah masih banyak organisasi yang berakhir “membeli teknologi” tanpa benar-benar menuai manfaat strategis yang sepadan. Artikel yang berjudul "Information Systems and Information Technology Investment Management as an Instrument for Creating Organizational Strategic Value” mengulas mengapa hal ini terjadi dan bagaimana organisasi seharusnya berpikir ulang tentang peran investasi teknologi dalam strategi bisnisnya.

Realitas investasi IS/IT seringkali menunjukkan paradoks: pengeluaran besar untuk teknologi tidak serta-merta menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi organisasi. Ini bukan semata soal biaya atau kecanggihan teknologi, tetapi lebih pada bagaimana investasi tersebut dikelola dan diintegrasikan ke dalam tujuan strategis organisasi. Dalam kerangka yang saya bahas berdasarkan teori Ward & Peppard, investasi IS/IT tidak boleh diperlakukan sebagai proyek teknis terpisah, tetapi sebagai portofolio strategis yang harus menghasilkan manfaat nyata.

Apa yang dimaksud dengan “nilai strategis”? Dalam konteks organisasi modern, nilai bukan hanya soal meningkatkan efisiensi operasional. Nilai strategis berarti teknologi membantu organisasi mengubah cara kerja, mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, atau menciptakan keunggulan kompetitif baru — semua yang mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Investasi teknologi yang hanya fokus pada implementasi perangkat lunak atau perangkat keras tanpa memperhatikan dampak proses bisnis, budaya organisasi, dan tujuan jangka panjang cenderung gagal memberikan kontribusi nyata.

Salah satu kunci yang ditekankan dalam artikel saya adalah pentingnya benefits management atau manajemen manfaat. Konsep ini menekankan bahwa organisasi harus mampu mengidentifikasi, mengukur, dan memantau manfaat investasi secara terus-menerus. Ini termasuk menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas pencapaian manfaat tersebut dan bagaimana indikator keberhasilan didefinisikan. Dengan pendekatan semacam ini, teknologi tidak lagi menjadi beban biaya tetapi menjadi instrumen untuk mencapai hasil nyata.

Tantangan terbesar bagi banyak organisasi adalah kurangnya keselarasan antara rencana teknologi dan prioritas bisnis. Hal ini sering terjadi karena keputusan investasi diambil secara terpisah antara unit IT dan unit bisnis lain, sehingga tujuan strategis perusahaan tidak tercermin dalam pemanfaatan teknologi. Organisasi perlu mengubah pendekatan ini dengan mengembangkan mekanisme tata kelola yang kuat, di mana pimpinan puncak ikut serta dalam menentukan arah dan prioritas investasi teknologi sehingga nilai strategisnya dapat terealisasi.

Dalam praktiknya, pendekatan ini berarti perusahaan tidak hanya mengukur kesuksesan investasi teknologi dari sudut pandang teknis, tetapi juga dari perubahan yang dihasilkan dalam perilaku organisasi, proses kerja, dan hasil bisnis. Contohnya, teknologi yang mendukung sistem pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision-making) tidak hanya meningkatkan kecepatan operasi, tetapi juga kualitas keputusan yang dibuat manajemen — hal penting di tengah persaingan yang semakin ketat.

Untuk pembaca di sektor swasta maupun pemerintahan, pesan utamanya jelas: jangan menganggap investasi IS/IT sebagai sekadar biaya atau alat bantu operasional. Jadikanlah investasi itu sebagai motor perubahan yang terencana dan terukur. Dengan demikian, teknologi digital dapat benar-benar menjadi pendorong utama pertumbuhan, bukan sekadar beban anggaran.


Baca lebih lanjut, Klik judul artikel "INFORMATION SYSTEMS AND INFORMATION TECHNOLOGY INVESTMENT MANAGEMENT AS AN INSTRUMENT FOR CREATING ORGANIZATIONAL STRATEGIC VALUE"


Avatar
Mediamukalteng.com dengan motto "Da'wah News and Education" sebagai ikhtiar membangun masyarakat madani, harmonis dan berkeadaban.
Copyright © 2026 MediaMu Kalteng
Designed and Developed by Jinara Studio
Mengubah Investasi Teknologi Jadi Nilai Strategis