Adiksi Layar Intai Generasi Muda, Nasyiatul Aisyiyah Siap Mengawal Gerakan PERISAI Kominfo Jatim

A. Rahimah
A. RahimahPenulis
Tim Redaksi
Tim RedaksiEditor
22 Agustus 2026Sabtu, 13:12 WIB
27
Adiksi Layar Intai Generasi Muda, Nasyiatul Aisyiyah Siap Mengawal Gerakan PERISAI Kominfo Jatim

Foto:PDNA Kota Malang bersama para narasumber dalam kegiatan bertajuk “Dari Screen Time ke Smart Time: Dari Parenting Digital Hingga Konten Digital Ramah Anak”,

MALANG – Di tengah masifnya arus digitalisasi, Indonesia dihadapkan pada alarm keras terkait masa depan generasi muda. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat penetrasi internet nasional telah menembus angka 81,7 persen, di mana penggunanya didominasi oleh Gen Z (89,02 persen) dan kelompok anak-anak atau Gen Alpha yang tumbuh sangat pesat. Kondisi hyper-connectivity ini membawa risiko nyata berupa adiksi layar, paparan judi online, perundungan siber (cyberbullying), hingga gangguan psikologis akibat lonjakan dopamin saat kecanduan gawai. 

Merespons fenomena darurat digital tersebut, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Malang mengambil peran aktif dalam forum strategis Kopilaborasi (Komunikasi, Aspirasi, dan Kolaborasi) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur di Gedung Kartini, Kota Malang, Jumat (21/8).

Bertajuk “Dari Screen Time ke Smart Time: Dari Parenting Digital Hingga Konten Digital Ramah Anak”, kehadiran organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah ini bertujuan untuk mengawal dan menyebarluaskan program "PERISAI" (Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital). 

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa tingginya angka ketergantungan gawai remaja, yang salah satunya terekam dari tren adiksi digital di RSJ Menur Surabaya harus diredam lewat sinergi multipihak. 

"Anak-anak kita hari ini hidup dalam kepungan konektivitas tanpa batas. Ini adalah alarm bagi orang tua. Perlindungan anak di ruang digital tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama. Berikan perhatian lebih, dan pastikan keluarga kembali menjadi ruang yang hangat bagi mereka," ujar Sherlita di hadapan para peserta yang terdiri dari penyuluh keagamaan, guru pendamping, siswa SMP, serta komunitas lokal. 

PDNA Kota Malang sendiri mengirimkan 10 orang delegasi terbaiknya untuk menyerap taktik perlindungan keluarga ini. Ketua PDNA Kota Malang, Annisa Rosyidah, M.Pd., menyatakan bahwa edukasi melalui forum Kopilaborasi ini menjadi instrumen penting untuk memetakan konflik internal keluarga urban masa kini. 

"Pandangan dalam forum ini sangat erat dengan kondisi riil yang dihadapi orang tua saat ini. Ada urgensi besar bagi orang tua untuk membangun komunikasi dua arah yang intens dengan anak, terlebih bagi mereka yang memasuki fase awal pubertas, khusus dalam mengatur batasan penggunaan gawai," kata Annisa. 

Game Sebagai Media Belajar dan Fitur Pembatasan

Membahas kedekatan anak dengan gawai, Pendiri dan pimpinan utama (Founder / CEO) dari LetsPlay.id (Lets Play Indonesia) Arif Bawono Surya, mengajak publik mengubah paradigma terhadap dunia game. Menurutnya, game seharusnya diposisikan setara dengan media pembelajaran lain seperti buku atau film. Ada batasan usia yang ketat tentang apa yang boleh dan tidak boleh diakses. 

"Game bisa menjadi ruang edukasi interaktif jika orang tua mendampingi. Namun, aturan waktu tetap mutlak. Batas maksimal anak-anak bermain game yang ideal adalah 20 jam per minggu," jelas Arif yang kini tengah mengembangkan koperasi game ramah anak. 

Senada dengan itu, praktisi digital parenting sekaligus Ketua Relawan TIK Jawa Timur dan akademisi bidang komunikasi media baru, Muhajir Sulthonul Aziz, menekankan pentingnya konsep "layar nyaman" demi menjaga batas aman koneksi digital. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak menerapkan metode pelarangan mutlak tanpa solusi.

"Jangan dilarang secara ekstrem, sebab jika dilarang, anak-anak cenderung akan bermain secara sembunyi-sembunyi tanpa pengawasan. Langkah terbaik adalah membatasi dan mendampingi. Manfaatkan teknologi proteksi seperti aplikasi Google Family Link untuk membantu orang tua mengontrol durasi dan menyaring konten secara digital. Parenting digital itu mendampingi, bukan sekadar menghakimi," pungkas Muhajir. 

Nasyiatul Aisyiyah Kota Malang, dengan blueprint program PERISAI yang mengusung lima pilar utama perlindungan anak berkomitmen menjadi garda terdepan di tingkat komunitas demi mewujudkan ruang siber yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak.

Bagikan artikel ini:

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua →
PDNA Kotim Perkuat Mental Perempuan di Tengah Krisis Ekologis

PDNA Kotim Perkuat Mental Perempuan di Tengah Krisis Ekologis

PDNA Kotim Perkuat Mental Perempuan di Tengah Krisis Ekologis

Redaksi
Redaksi2 hari yang lalu
Tidak Boleh Bersikap Diam Ketika Amanah Publik Terancam

Tidak Boleh Bersikap Diam Ketika Amanah Publik Terancam

Tidak Boleh Bersikap Diam Ketika Amanah Publik Terancam

Redaksi
Redaksi05 Okt 2026
Kajian Ahad Pagi PCM Pahandut, Menginspirasi Warga Muhammadiyah

Kajian Ahad Pagi PCM Pahandut, Menginspirasi Warga Muhammadiyah

Kajian Ahad Pagi PCM Pahandut, Menginspirasi Warga Muhammadiyah

Redaksi
Redaksi05 Okt 2026
Muhammadiyah Kotim Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Empat Titik

Muhammadiyah Kotim Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Empat Titik

Keterbatasan air bersih membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, harus mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Redaksi
Redaksi04 Okt 2026
Muhammadiyah Salurkan Bantuan Oxycan Untuk Relawan Karhutla Di Kalteng

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Oxycan Untuk Relawan Karhutla Di Kalteng

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Oxycan Untuk Relawan Karhutla Di Kalteng

Redaksi
Redaksi02 Okt 2026
Avatar
Mediamukalteng.com dengan motto "Da'wah News and Education" sebagai ikhtiar membangun masyarakat madani, harmonis dan berkeadaban.
Copyright © 2026 MediaMu Kalteng
Designed and Developed by Jinara Studio
Nasyiatul Aisyiyah Siap Kawal Gerakan PERISAI Kominfo Jatim