SAMPIT – Di tengah hiruk-pikuk keseharian, sekelompok warga di Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memilih untuk merajut benang-benang kepedulian yang tebal. Melalui inisiatif penggalangan dana bertajuk "Open Donasi Pray for Aceh-Sumut," Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parenggean bersama seluruh elemen masyarakat berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan sebesar Rp54.144.000,00 (lima puluh empat juta seratus empat puluh empat ribu rupiah).
Aksi solidaritas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi dari semangat ta'awun (tolong-menolong) yang mengakar kuat di Parenggean. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Minggu (7/12) hingga Rabu (10/12) 2025, menjadi bukti nyata bahwa bencana alam yang terjadi ribuan kilometer jauhnya mampu menyatukan hati dan langkah warga.
Gerakan penggalangan dana ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi apik dari berbagai pilar masyarakat dan institusi. Diinisiasi dan dikoordinasikan oleh MUI Kecamatan Parenggean, Open Donasi ini melibatkan unsur Muspika (Camat, Koramil, Polsek), Kantor Urusan Agama (KUA), organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Camat Parenggean, sebagai bagian dari Muspika, turut menjadi motor penggerak bersama Danramil dan Kapolsek. Sinergi ini menjamin gerakan berjalan terkoordinasi dan menjangkau seluruh lapisan warga. Tidak hanya melibatkan lembaga formal dan organisasi besar, kepedulian juga datang dari sektor pendidikan, di mana guru dan murid dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Fajar Parenggean serta anggota Pramuka turut turun ke jalan dan lingkungan, mengayunkan kotak sumbangan dengan penuh semangat.
Setiap lembar uang dan kepingan rupiah yang terkumpul merepresentasikan ketulusan. Berdasarkan catatan harian, pengumpulan dana tertinggi terjadi pada hari Minggu (7/12) dan hari Rabu (10/12), menunjukkan konsistensi dan gelombang simpati yang tak pernah surut. Total dana yang dihimpun melampaui target awal, mencerminkan besarnya empati kolektif yang dipancarkan.
Puncak dari kegiatan ini adalah penyerahan donasi secara simbolis pada hari Rabu, 10 Desember 2025. Bertempat di kantor MUI Kecamatan Parenggean, Camat secara resmi menyerahkan total donasi yang terkumpul kepada perwakilan dari MUI Kabupaten Kotawaringin Timur.
Prosesi penyerahan ini disaksikan oleh perwakilan dari seluruh elemen yang terlibat, termasuk Koramil, Polsek, KUA, Pengurus NU dan Muhammadiyah, Banser, dan Kepala Desa Parenggean. Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, menegaskan bahwa dana tersebut adalah amanah yang harus disalurkan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Setelah penyerahan simbolis tersebut, dana sebesar Rp54.144.000,00 ini langsung ditransfer ke rekening MUI Pusat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran bantuan terpusat, efisien, dan tepat sasaran kepada para korban banjir di Aceh dan Sumatera Utara yang memang sangat membutuhkan.
Sekretaris MUI Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Mudlofar, menyampaikan apresiasi mendalam. Dalam pesannya, ia memuji setinggi-tingginya kepedulian masyarakat Parenggean yang telah membuktikan bahwa jarak dan perbedaan geografis tidak menjadi penghalang bagi rasa kemanusiaan.
"Kami mengucapkan Jazakumullah khairon (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Parenggean atas inisiatif dan kerelaan hati ini," ujar H. Mudlofar. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya untuk kita semua. Dan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah, semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini, aamiin."
Donasi ini, menurutnya, bukan sekadar transfer uang, tetapi merupakan manifestasi doa dan harapan dari Parenggean. Bantuan ini menjadi penanda bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas antar-anak bangsa tetap menyala, bahkan di tengah kesulitan.
Gerakan "Parenggean untuk Aceh-Sumut" ini menutup lembar tahun 2025 dengan catatan manis. Ia adalah kisah tentang langkah kecil yang melahirkan dampak besar, mengingatkan kita semua bahwa kepedulian, sekecil apapun, adalah fondasi kemanusiaan yang harus terus dipelihara. Harapan kini diletakkan pada penyaluran dana agar benar-benar menjadi obat penenang dan penyemangat bagi para penyintas di Serambi Mekkah dan Pulau Sumatera.[]
Berita terkait : Lazismu Kotim Salurkan Donasi Tahap I untuk Korban Bencana di Aceh-Sumatera
Baca juga : LAZISMU Terima Donasi Indonesia Siaga
Bagikan artikel ini:








