Ketika Yunda Nasyiah Bicara Kelestarian Bumi
Oleh: Khilmi Zuhroni,
(Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Kotawaringin Timur)
Ketika Arianti Dina Puspitasari, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah, berdiri di podium International Seminar bertajuk "From Grassroots to Policy: Young Women's Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies" di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 16 Mei 2026, ia tidak sekadar menyampaikan pidato seremonial. Ia sedang merepresentasikan sebuah kesadaran kolektif yang berusia hampir satu abad: bahwa perempuan muda Islam Indonesia memiliki mandat moral, intelektual, dan spiritual untuk menjadi garda terdepan dalam perjuangan menjaga kelestarian bumi.
Momentum ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Nasyiatul 'Aisyiyah yang akrab disapa "Nasyiah" atau dalam sapaan penuh kasih oleh para kadernya sebagai "Yunda Nasyiah", lahir pada 16 Mei 1931 sebagai organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah. Kini, di usianya yang ke-95, organisasi ini memilih tema yang tidak sekadar elegan secara retorika, tetapi berat secara epistemologis: keadilan iklim dan kepemimpinan perempuan muda. Pilihan tema ini bukan tanpa dasar ilmiah yang kuat. Justru di situlah letak relevansinya yang menghentak.
Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Ketika Yunda Nasyiah Bicara Kelestarian Bumi,
Baca selanjutnya di : https://suaramuhammadiyah.id/read/ketika-yunda-nasyiah-bicara-kelestarian-bumi
Bagikan artikel ini:








