SAMPIT — Semangat berbagi menyambut Hari Ulang Tahun ke-24 Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) serta Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia diwujudkan Lazismu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui aksi sosial. Sebanyak 54 paket sembako disalurkan kepada keluarga fakir dan duafa di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad Lazismu sekaligus momentum memperkuat kepedulian sosial menjelang perayaan kemerdekaan. Bantuan menyasar keluarga dan peserta didik yang berada di lingkungan AUM Muhammadiyah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK Aisyiyah), sekolah dasar (SDM), sekolah menengah pertama (SMPM), hingga sekolah menengah kejuruan (SMKM).
Penyaluran bantuan turut dihadiri Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kotawaringin Timur Sutimin SH, Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur Ali Azmi SAg, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kotawaringin Timur yang diwakili Sekretaris I Wayan Alaf SPd MPd.
Kehadiran sejumlah unsur tersebut menunjukkan bahwa gerakan filantropi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, bantuan diharapkan menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Lazismu Kotawaringin Timur Ahirul Agus mengatakan, program pembagian sembako tersebut merupakan bagian dari komitmen Lazismu untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung kepada masyarakat.

Menurut dia, penerima bantuan diprioritaskan dari kalangan fakir dan duafa yang berada di sekitar lingkungan AUM Muhammadiyah. Mereka merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah yang membutuhkan dukungan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Program ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian Lazismu kepada para fakir dan duafa. Kami berharap bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan biaya hidup, baik bagi anak-anak didik maupun orang tua kita,” ujar Agus.
Ia menambahkan, momentum milad Lazismu ke-24 dan HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Kemerdekaan, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Bagi Lazismu Kotim, penyaluran sembako juga menjadi bagian dari upaya memperluas kebermanfaatan gerakan zakat. Dana umat yang dihimpun melalui Lazismu diharapkan dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang menyentuh kebutuhan nyata.
Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga penerima, bantuan tersebut memiliki arti penting. Setidaknya, sebagian kebutuhan dapur dapat terpenuhi sehingga beban pengeluaran keluarga menjadi lebih ringan.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui gerakan berbagi. Dari lingkungan sekolah hingga masyarakat luas, kepedulian menjadi energi sosial untuk membangun kehidupan yang lebih kuat dan saling menopang.
Lazismu Kotim berharap program serupa dapat terus dikembangkan dengan jangkauan penerima yang semakin luas. Dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak, gerakan filantropi diharapkan tidak hanya hadir ketika ada momentum tertentu, tetapi menjadi tradisi kebaikan yang tumbuh secara berkelanjutan.
Bagikan artikel ini:








