SAMPIT – Panitia Gabungan SMP dan SMA Muhammadiyah Sampit menggelar Shalat Istisqa (shalat memohon hujan) secara berjamaah pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB ini dipusatkan di Lapangan SMP Muhammadiyah Sampit dan diikuti oleh seluruh siswa, jajaran guru, serta warga Muhammadiyah Sampit.
Bertindak sebagai imam dan khatib dalam ibadah tersebut adalah Ustadz Andrayu Muana, S.Ag., M.Pd. Dalam khutbahnya yang bertema "Merendahkan Hati, Memohon Hujan Rahmat Pemadam Api", beliau mengajak seluruh jamaah untuk ber muhasabah serta mengakui kelemahan diri di hadapan Sang Pencipta.
"Kita berkumpul hari ini dengan satu pengakuan jujur dari lubuk hati terdalam: betapa lemah dan fakirnya kita di hadapan Allah SWT. Musibah kemarau dan kabut asap ini bukanlah sekadar siklus cuaca biasa, melainkan teguran dan alarm keras atas kezaliman serta dosa-dosa kita," ungkap Ust. Andrayu. Beliau juga menyoroti kondisi Kalimantan yang diselimuti asap pekat hingga mengganggu napas dan aktivitas belajar, seraya memimpin jamaah membalikkan rida'/kerah baju sebagai simbol tafa'ulan pengharapan agar Allah membalikkan keadaan dari musibah menjadi kesuburan dan rahmat.
Setelah rangkaian shalat dan khutbah selesai dilaksanakan, Perwakilan Panitia Penyelenggara, Burhanudin, M.Pd., menyampaikan sambutannya di hadapan para hadirin. Beliau menekankan pentingnya kesadaran spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
"Pelaksanaan Shalat Istisqa ini merupakan bentuk penghambaan diri secara utuh kepada Allah SWT. Ini adalah pengakuan bahwa kita sebagai manusia senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya, terlebih saat berada di masa-masa sulit akibat kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap serta mengganggu kesehatan, aktivitas belajar, dan produktivitas masyarakat," tutur Burhanudin.
"Momentum ini juga menjadi sarana doa bersama agar oknum-oknum yang melakukan pengrusakan lingkungan dapat disadarkan secara ketuk hati, bahwa tindakan irasional mereka tidak hanya merusak alam, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk di sekitarnya," tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Burhanudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan lembaga pendidikan yang terlibat. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMP Muhammadiyah Sampit dan Kepala SMA Muhammadiyah Sampit atas sinergi, dukungan penuh, serta koordinasi yang solid sehingga agenda ibadah dan doa bersama ini dapat terselenggara dengan lancar.
Penulis: Burhan
Bagikan artikel ini:








