Kepemimpinan bukan sekedar posisi atau jabatan, tatapi amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab .
Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang memahami bahwa setiap keputusan dan tindakan akan diminta pertanggungjawaban , baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad seorang Rasulullah SAW telah memberikan teladan yang sempurna bagaimana seorang pemimpin seharusnya bersikap : adil, jujur, rendah hati dan selalu mengutamakan kepentingan umat diatas kepentingan pribadi.
Demikian diungkapkan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas, H.Sapto Subagio, Selasa (25/8/2026).
Dia katakan, Nabi Muhammad mendengarkan setiap pendapat, menghormati perbedaan , dan selalu bermusyawarah .
Sifat amanah dan tanggung jawab menjadi pondasi utama dalam setiap tindakan Rasulullah. Amanah, dalam konteks kepemimpinan , berarti menjalankan tanggung jawab sesuai dengan kepercayaan yang diberikan.
Pemimpin yang amanah tidak mencari keuntungan pribadi , melainkan berupaya membawa kebaikan dan keadilan bagi semua.
Muhammadiyah menurut Sapto, menekankan kepemimpinan berbasis amanah dan kepedulian.
Pemimpin sejati selalu bertanya apa yang dapat dikorbankan demi kepentingan umat, bukan apa yang dapat diperoleh dari mereka. Seorang pemimpin yang meneladani Rasulullah, harus berani berada digaris depan menghadapi resiko, bukan menikmati kenyamanan ketika orang-orang yang dipimpinnya menghadapi kesulitan.
“ Ketika rakyat mengalami kesulitan , pemimpin tidak sibuk menjaga citra. Ketika umat terluka , pemimpin tidak cukup hanya menyusun kata-kata. Pemimpin sejati hadir sebagai pelindung”, pungkas Sapto.
Bagikan artikel ini:








