YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Al-Quds University, Palestina, melakukan soft launching Palestine Center for Global Peace sebagai wujud penguatan komitmen bersama dalam isu perdamaian dan keadilan global. Peluncuran awal pusat kajian tersebut berlangsung di Gedung AR Fakhruddin A lantai 5 UMY, Selasa (13/1), dan dihadiri pimpinan kedua institusi serta jajaran akademisi.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, President Al-Quds University Imad Abu Kishek, perwakilan majelis dan lembaga di tingkat PP Muhammadiyah, serta sejumlah wakil rektor UMY. Selain seremoni peluncuran, forum ini juga dimanfaatkan untuk membahas penguatan jejaring akademik Muhammadiyah yang berorientasi pada isu perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan global.
Sebagaimana dilansir dari muhammadiyah.or.id, Syamsul Anwar menegaskan bahwa pendirian Palestine Center for Global Peace merupakan bagian dari konsistensi Muhammadiyah dalam mengarusutamakan nilai Islam Berkemajuan yang berpihak pada kemanusiaan universal. Melalui pusat ini, Muhammadiyah ingin menghadirkan kontribusi pemikiran dan praksis intelektual untuk mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan, khususnya bagi Palestina.
"Palestine Center for Global Peace menjadi ruang ikhtiar Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam isu perdamaian dan kemanusiaan melalui pendidikan dan dialog intelektual,” ujar Syamsul. Menurut dia, pendekatan akademik dan kolaboratif menjadi jalan penting untuk memperkuat diplomasi kemanusiaan di tengah situasi geopolitik yang kompleks.
President Al-Quds University Imad Abu Kishek menyambut baik inisiatif Muhammadiyah dan UMY tersebut. Ia menilai kehadiran pusat kajian ini di Gedung Innovation and Research Center UMY sebagai langkah konkret solidaritas akademik lintas negara. Bagi Palestina, kata Imad, pendidikan adalah investasi strategis yang menentukan masa depan bangsa.
Berita Terkait : Belasan Bayi di Gaza Meninggal Kedinginan
“Inisiatif ini menunjukkan dukungan nyata melalui jalur pendidikan dan kolaborasi akademik, yang memiliki arti penting bagi masa depan Palestina,” ujarnya. Ia berharap kerja sama ini tidak hanya simbolik, melainkan berkembang menjadi program-program bersama yang berdampak langsung bagi penguatan kapasitas akademik dan sosial di Palestina.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga mulai memetakan peluang kerja sama jangka menengah dan panjang antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan universitas-universitas di Palestina. Sejumlah sektor yang dibahas mencakup riset pendidikan, kajian isu kemanusiaan, pengembangan bisnis dan ekonomi, hingga pengelolaan wakaf. Kerja sama lintas bidang tersebut diharapkan dapat memperkuat misi kemanusiaan sekaligus membangun hubungan institusional yang berkelanjutan.
Bagi UMY dan jejaring perguruan tinggi Muhammadiyah, Palestine Center for Global Peace diharapkan menjadi simpul koordinasi riset, diskusi kebijakan, serta pertukaran akademisi dan mahasiswa yang berfokus pada isu Palestina dan perdamaian global. Dengan basis akademik yang kuat, pusat ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan dan gagasan strategis yang relevan di tingkat internasional.
Peluncuran ini sekaligus menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai bagian dari komunitas akademik global yang aktif mengambil peran dalam isu kemanusiaan dan perdamaian dunia. Dengan menjadikan Palestina sebagai salah satu fokus utama, Muhammadiyah menempatkan pendidikan, riset, dan dialog sebagai instrumen penting untuk memperjuangkan keadilan dan martabat kemanusiaan di panggung global.[]
Bagikan artikel ini:








