SAMPIT — Di tengah kemarau panjang dan krisis air bersih yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Lazismu Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), organisasi otonom (ORTOM) Muhammadiyah, SMP Negeri 3 Sampit, Toko Bangunan Gria Samudra Sampit, dan komunitas Amang Ojek kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak, Sabtu (26/9/2026).
Program Distribusi Air Bersih Tahap II ini menyasar empat desa yang mengalami kesulitan memperoleh air layak pakai, yakni Desa Basirih Hilir, Desa Seranggas, Desa Lempuyang, dan Desa Camp Putih. Bantuan tersebut menjadi lanjutan dari aksi kemanusiaan Muhammadiyah setelah sebelumnya menyalurkan air bersih ke kawasan terdampak kekeringan pada awal September.
Kemarau yang berlangsung lebih dari tiga bulan di Kotawaringin Timur telah menyebabkan banyak sumur warga mengering dan debit sumber air menurun drastis. Kondisi itu diperparah oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sejak Juli hingga September 2026 menyelimuti wilayah Sampit dan sekitarnya dengan kabut asap serta memperburuk kualitas lingkungan.
Ratusan keluarga di empat desa tersebut kini bergantung pada pasokan air bersih dari berbagai pihak. Air yang disalurkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar, seperti mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan sanitasi rumah tangga.
Ketua Lazismu Kotawaringin Timur Ahirul Agus mengatakan, program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi kemanusiaan yang dibangun Muhammadiyah bersama berbagai elemen masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Melalui sinergi Lazismu, MDMC, ORTOM Muhammadiyah, SMP Negeri 3 Sampit, Gria Samudra, dan Amang Ojek, kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memiliki akses terhadap air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Agus, keterlibatan sekolah, dunia usaha, dan komunitas menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap bencana dapat diwujudkan melalui gotong royong lintas sektor. Ia berharap bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat hingga musim hujan tiba.
“Ini bukan sekadar menyalurkan air, tetapi menghadirkan harapan bagi warga yang setiap hari harus berjuang mendapatkan air bersih. Kami mengajak masyarakat terus memperkuat solidaritas untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kotawaringin Timur Febry Sandi menegaskan bahwa ORTOM Muhammadiyah akan terus berada di garis depan dalam aksi-aksi kemanusiaan.
“Semangat Pemuda Muhammadiyah adalah hadir untuk umat. Kami bersama MDMC dan seluruh ORTOM turun langsung agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan akan semakin kuat jika dikerjakan bersama,” tutur Febry.
Ia juga mengapresiasi dukungan para relawan Amang Ojek yang membantu distribusi bantuan hingga ke wilayah-wilayah yang aksesnya cukup menantang, serta partisipasi SMP Negeri 3 Sampit dan Gria Samudra Sampit yang ikut mendukung keberlangsungan program.
Bagi warga di desa-desa terdampak, bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan harian di tengah sulitnya memperoleh air bersih. Beberapa sumber air yang biasa digunakan masyarakat mengalami penurunan debit bahkan mengering akibat kemarau berkepanjangan.
Aksi distribusi air bersih ini merupakan bagian dari rangkaian program tanggap darurat Muhammadiyah di Kotawaringin Timur selama musim karhutla 2026. Sebelumnya, Lazismu dan MDMC telah menyalurkan bantuan air bersih, air minum dalam kemasan, masker, serta berbagai dukungan bagi masyarakat dan relawan yang terdampak kabut asap.
Bagikan artikel ini:








