SAMPIT – Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah, khususnya Sampit, kesehatan mental perempuan menjadi perhatian penting. Merespons kondisi tersebut, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kotawaringin Timur berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) menyelenggarakan seminar hibrida bertajuk Nasyiah Belajar pada Sabtu (10/10/2026).
Mengusung tema “Healing from Within: Membangun Mental Perempuan Melalui Penguatan Psikoreligi di Masa Krisis Ekologis”, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kesehatan mental perempuan melalui pendekatan psikologis dan spiritual di tengah tantangan lingkungan yang semakin nyata.
Seminar berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Gedung Muhammadiyah Kotim dan melalui Zoom Meeting. Sebanyak 75 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan rincian 50 peserta hadir secara langsung dan 25 peserta bergabung secara daring. Peserta terdiri atas anggota PDNA Kotim, guru Muhammadiyah, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Sekretaris PDNA Kotim, Trisnawati, menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, krisis ekologis tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga perlu menjadi perhatian dari sisi psikologis.
Kabut asap yang menyelimuti Sampit menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat. Dalam situasi seperti ini, perempuan membutuhkan ruang untuk memahami kondisi emosionalnya, mengelola tekanan psikologis, dan memperkuat ketahanan mental.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Gita Anggraini, M.Pd.I, merupakan anggota Departemen Pendidikan dan Penelitian PDNA Kotim sekaligus dosen UMSA. Narasumber kedua, Dr. Riza Amalia, S.Psi., M.Si., merupakan anggota Departemen Pendidikan dan Penelitian PDNA Kotim sekaligus dosen Bimbingan dan Konseling FKIP UMSA.
Diskusi dipandu oleh Novianti Rahmawati, M.Pd., Ketua Departemen Pendidikan dan Penelitian PDNA Kotim sekaligus dosen Pendidikan Ekonomi FKIP UMSA, yang bertindak sebagai moderator.
Melalui forum ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental perempuan serta memperkuat dimensi spiritual sebagai bagian dari upaya menghadapi tekanan kehidupan. Pendekatan psikoreligi menjadi salah satu perspektif yang diangkat untuk membantu perempuan membangun ketahanan diri secara lebih utuh.
Selain memperoleh materi dan wawasan dari para narasumber, peserta juga mendapatkan snack box, kesempatan memperoleh doorprize, dan e-sertifikat. Kegiatan ini diselenggarakan secara gratis bagi seluruh peserta yang telah terdaftar, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperluas akses terhadap ruang belajar dan penguatan kapasitas perempuan.
Melalui program Nasyiah Belajar, PDNA Kotim berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat menjadi ruang berkelanjutan bagi perempuan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, dan menguatkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah krisis ekologis yang menghadirkan berbagai tantangan, perhatian terhadap kesehatan mental perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, menjaga kesehatan perempuan juga berarti menjaga kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat.
(Trisnawati)
Bagikan artikel ini:








