MAKASSAR-Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Kalimantan Tengah menyampaikan laporan progres perkembangan organisasi sekaligus harapan kepada Pimpinan Pusat (PP) IPM dalam forum evaluasi kinerja organisasi.
Dalam dua periode terakhir, PW IPM Kalimantan Tengah memulai langkah dari kondisi yang terbatas dengan hanya tiga Pimpinan Daerah (PD) aktif. Kini, jumlah tersebut bertambah signifikan dengan terbentuknya tujuh PD baru sehingga total mencapai sepuluh PD IPM yang tersebar di berbagai kabupaten serta kota. Ke depan, PW IPM menargetkan pendampingan berkelanjutan agar seluruh daerah mampu bertahan dan berkembang hingga mencapai 14 PD di seluruh Kalimantan Tengah.
Suhendra Iswahyudi, mengatakan dari sisi perkaderan, penguatan jenjang menjadi fokus utama. Tercatat satu kader Taruna Melati Utama (TMU), enam kader Taruna Melati III, serta pelaksanaan Taruna Melati II di enam PD IPM. Pemerataan kualitas kader, PW IPM juga berupaya melaksanakan Pelatihan Fasilitator Perkaderan (PFP I). "Sebagai langkah membangun fondasi bersama dalam penguatan pengkaderan sehingga kader kader IPM Kalimantan Tengah terus bertumbuh, dan berjenjang dalam pemerataan kualitas kader," ujarnya.
Inovasi kaderisasi turut dilakukan sejak usia dini melalui program IPM Kids di SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya. Program ini meliputi Fortasi, TM I, Musyawarah Ranting, pelantikan, hingga rapat kerja, bahkan telah masuk dalam kalender pendidikan sekolah guna memastikan kaderisasi berjalan sistematis dan berkelanjutan.
Pada bidang kewirausahaan, kolaborasi bersama PKK, ASBO, dan TI melahirkan Batik IPM Harati. Produk ini tidak hanya menjadi identitas khas pelajar Kalimantan Tengah, tetapi juga didorong sebagai model wirausaha pelajar yang menumbuhkan kemandirian ekonomi kader.
Meski demikian, tantangan geografis masih menjadi hambatan utama. Beberapa daerah harus ditempuh hingga 14 jam perjalanan dengan kondisi akses jalan yang terbatas. Namun semangat pengembangan organisasi tetap berjalan, dibuktikan dengan terbentuknya PC IPM Katingan serta sejumlah PR baru di berbagai wilayah.
Suhendra menegaskan kepada PP IPM dapat memberikan pendampingan lebih intens bagi wilayah-wilayah terpencil melalui ide, inovasi, dan model perkaderan yang adaptif. Selain itu, dukungan administratif berupa perpanjangan SK kepengurusan juga diharapkan untuk memperkuat legalitas gerak organisasi.
“Pelajar Harati — Pintar tuntang Harati, PW IPM Kalimantan Tengah berkomitmen menghadirkan pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beradab serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar," tegasnya saat menyampaikan laporan progres di Muktamar XXIV IPM di Makassar. (mf)
Bagikan artikel ini:








