PALANGKA RAYA — Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Palangka Raya terus memperluas perannya tidak hanya sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial dan keluarga. Melalui kegiatan sosialisasi pra-nikah dan kampanye berhenti merokok, rumah sakit ini berupaya menyiapkan generasi pegawai yang tangguh secara iman, ilmu, dan kesehatan sebagai fondasi terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kegiatan yang digelar pada Jumat (26/12/2025) di Aula Syafi’i Ma’arif lantai III RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya itu diikuti lebih dari 60 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja, mulai dari perawat, bidan, tenaga laboratorium, kefarmasian, administrasi, hingga petugas keamanan. Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Bagian Sumber Daya Insani (SDI) dan Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
Acara dibuka oleh Direktur Keuangan, Umum, dan Ke-Muhammadiyahan RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Drs. Mulyono, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan tentang pernikahan dan kesehatan keluarga, termasuk kampanye berhenti merokok, harus dipahami sebagai bagian dari gerakan jangka panjang, bukan sekadar agenda seremonial.
“Ini bukan hanya sosialisasi, tetapi ruang pembentukan peradaban. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang berkemajuan. Saya berharap seluruh peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk mewujudkan keluarga yang tenteram, penuh kasih sayang, dan mendapat ridho Allah SWT,” ujarnya.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Muhammad Fitriani dari Bina Rohani serta Nor Aulia, M.Psi., psikolog klinis. Keduanya memberikan perspektif yang saling melengkapi tentang pentingnya kesiapan spiritual, mental, dan fisik dalam memasuki kehidupan pernikahan.
Muhammad Fitriani menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan ikatan ibadah yang sarat tanggung jawab sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Menurut dia, keluarga sakinah hanya dapat terwujud jika dibangun di atas fondasi takwa, keadilan, kesalingan, dan keseimbangan.
“Keluarga sakinah itu harga mati. Jangan sampai menikah karena keterpaksaan. Anak muda harus mempersiapkan diri secara matang, baik secara emosional, finansial, maupun spiritual. Yang hadir hari ini, jadilah virus kebaikan dengan menularkan ilmu yang didapat kepada yang lain,” kata Fitriani.
Sementara itu, Nor Aulia menyoroti pentingnya kesehatan holistik dalam konteks pernikahan. Ia menyebutkan bahwa kesiapan membangun rumah tangga tidak hanya diukur dari kesehatan fisik, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual. Pemeriksaan kesehatan pranikah, menurut dia, penting untuk mendeteksi risiko penyakit menular maupun genetik, sekaligus memastikan kesiapan pasangan membangun keluarga yang sehat.
Ia juga menyinggung bahaya rokok bagi kualitas generasi masa depan. Rokok, kata Nor Aulia, kerap menjadi mekanisme koping terhadap stres dan kecemasan, padahal kebiasaan tersebut membawa dampak serius bagi kesehatan individu dan lingkungan keluarga. “Kebiasaan merokok bisa dihentikan jika ada kesadaran dan dukungan lingkungan yang kuat,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya berharap nilai-nilai keluarga sakinah dan pola hidup sehat dapat tertanam kuat di kalangan pegawai, sehingga mereka tidak hanya menjadi pelayan kesehatan yang profesional, tetapi juga teladan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang berkemajuan.[]
Bagikan artikel ini:








