SAMPIT — SMA Muhammadiyah Sampit terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan. Salah satu ikhtiar strategis yang dilakukan adalah dengan mengutus para pendidik untuk melanjutkan studi ke jenjang Strata Dua (S2) melalui Program Beasiswa Guru Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Langkah ini menjadi bagian dari sinergi antara sekolah dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam menyiapkan sumber daya pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas ideologis serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Melalui program tersebut, SMA Muhammadiyah Sampit berupaya membangun fondasi pendidikan yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.
Saat ini, tercatat enam orang guru SMA Muhammadiyah Sampit sedang menempuh pendidikan S2 di UMM. Dari jumlah tersebut, tiga orang guru telah menyelesaikan studi mereka dengan hasil yang membanggakan hari ini (Sabtu, 27/12/2025). Mereka adalah Galuh Putrining Aji, S.Pd, M.Pd yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah, Anisa Rahmi Fakhriyana, S.Pd, M.Pd selaku Bendahara Sekolah, dan Rafiqah, S.Pd, M.Pd yang bertugas sebagai Guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas SMA Muhammadiyah Sampit. Keberhasilan para guru menyelesaikan studi lanjut tidak hanya mencerminkan kesungguhan pribadi, tetapi juga menunjukkan efektivitas dukungan kelembagaan dalam pengembangan profesional guru. Hal ini sekaligus menjadi pemantik semangat bagi guru-guru lain untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri.
Kepala SMA Muhammadiyah Sampit, Galuh Putrining Aji, menegaskan bahwa program studi lanjut merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Menurut dia, guru dengan kualifikasi akademik yang lebih tinggi akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir reflektif.
“Pengembangan keprofesian guru bukan sekadar peningkatan jenjang pendidikan, tetapi juga upaya membangun budaya mutu di sekolah. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama studi dapat ditransformasikan ke dalam praktik pembelajaran di kelas,” ujar Galuh.
Ia menambahkan, keberadaan guru-guru yang telah menyelesaikan pendidikan S2 diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan daya saing lulusan.
Program beasiswa Guru Muhammadiyah di UMM sendiri dirancang sebagai bagian dari upaya sistematis Persyarikatan Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidik di seluruh Indonesia. Melalui program ini, para guru memperoleh kesempatan untuk mengembangkan wawasan keilmuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Bagi SMA Muhammadiyah Sampit, keterlibatan dalam program ini menegaskan posisinya sebagai sekolah yang responsif terhadap tuntutan peningkatan mutu pendidikan. Sekolah tidak hanya menunggu perubahan, tetapi secara aktif mengambil peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Ke depan, SMA Muhammadiyah Sampit berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan profesional guru melalui berbagai skema, baik studi lanjut, pelatihan, maupun kolaborasi akademik. Ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah panjang untuk mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan mampu menjawab tantangan zaman. []
Bagikan artikel ini:








