BANJARBARU — Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Banjarbaru menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) tingkat kota sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengkaderan anggota. Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Kader Kuat Berlandaskan Iman dan Akhlak” ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 13–15 Februari 2026, bertempat di SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sebanyak 114 peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan cabang Tapak Suci se-Kota Banjarbaru mengikuti UKT tersebut. Para peserta merupakan pesilat yang telah melalui tahapan latihan dan pembinaan rutin, sehingga dinilai siap untuk mengikuti ujian sebagai syarat kenaikan tingkat. Ujian ini tidak hanya menilai aspek teknik beladiri, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai keislaman.
Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) Tapak Suci Putera Muhammadiyah 253 Kota Banjarbaru, Awaitullah, K.Ka, menyampaikan bahwa UKT merupakan agenda strategis organisasi dalam menyiapkan kader Tapak Suci yang tangguh secara fisik dan matang secara moral. Menurut dia, Tapak Suci tidak sekadar mencetak pesilat yang kuat, tetapi juga kader persyarikatan yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki tanggung jawab sosial.
“Tapak Suci sejak awal berdiri menempatkan iman dan akhlak sebagai fondasi utama. UKT ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali jati diri kader, bahwa kekuatan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan beladiri, tetapi juga dari integritas moral dan spiritual,” ujar Awaitullah di sela-sela kegiatan.

Selama pelaksanaan UKT, peserta diuji dalam berbagai materi, mulai dari teknik dasar dan lanjutan Tapak Suci, ketahanan fisik, hingga pemahaman nilai-nilai organisasi. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pembinaan mental dan spiritual, seperti penanaman nilai disiplin, kejujuran, serta komitmen terhadap ajaran Islam dan Muhammadiyah.
Sementara itu, Sekretaris Pimda, Muhammad Novriandy, ST., menilai antusiasme peserta cukup tinggi. Hal ini terlihat dari kesungguhan para pesilat dalam mengikuti setiap rangkaian ujian, meski harus melalui proses yang cukup menguras tenaga dan konsentrasi. Bagi panitia, semangat tersebut mencerminkan besarnya minat generasi muda terhadap Tapak Suci sebagai wadah pembinaan diri yang menyeluruh.
“UKT ini merupakan bagian dari proses pengkaderan Tapak Suci untuk menumbuhkan semangat generasi muda agar menjadi pribadi yang kuat, berkarakter, dan berlandaskan iman serta akhlak. Kami berharap kader-kader yang lulus nantinya mampu menjadi teladan, baik di lingkungan Tapak Suci maupun di tengah masyarakat,” ujar Sekretaris Pimda 253 Tapak Suci Banjarbaru tersebut.[]
Bagikan artikel ini:








