Muhammadiyah bukan semata organisasi keagamaan; ia adalah aktor sejarah dan laboratorium sosial yang telah membentuk arah perjalanan bangsa Indonesia sejak masa kolonial, pra-kemerdekaan, hingga era demokrasi modern. Dinamika politik Muhammadiyah senantiasa diwarnai oleh dialektika antara idealisme Islam modernis, nasionalisme kebangsaan, dan kebutuhan transformatif masyarakat Indonesia. Dalam percaturan politik nasional, Muhammadiyah konsisten menjadi kekuatan moral, bukan partai formal, namun kekuatan advokasinya terhadap nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kemajuan ilmu, menjadikan organisasi ini salah satu poros “civil society” terkuat di Indonesia.
Artikel ini akan membahas bagaimana konsep politik yang dijalankan oleh Muhammadiyah, serta bagaimana perjalanan politik Muhammadiyah dalam percaturan politik di Indonesia, dari masa pra kemerdekaan hingga saat ini. menarik untuk disimak.
[Khilmi Zuhroni]



