
Perusahaan yang keputusannya dibangun di atas data palsu kalah bersaing, lalu bangkrut. Di birokrasi, hukumannya jauh lebih lambat datang. Atau bahkan tidak datang sama sekali.


Dinamika politik Muhammadiyah senantiasa diwarnai oleh dialektika antara idealisme Islam modernis, nasionalisme kebangsaan, dan kebutuhan transformatif masyarakat Indonesia
