Muhasabah di Tengah Musibah dan Bencana

Redaksi
RedaksiPenulis
Tim Redaksi
Tim RedaksiEditor
18 September 2026Jumat, 05:52 WIB
21
Muhasabah di Tengah Musibah dan Bencana

Foto:Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat, H.Sapto Subagio

KAPUAS - Ketika manusia salah memperhitungkan alam dan harus berhadapan dengan akibat pilihannya. Alam memiliki hukum dan batasan sendiri . Manusia tidak mampu menghilangkan seluruh resiko, tatapi dapat memperkecil ataupun memperbesar dampak cara membangun, mengelola lingkungan.

Muhasabah (introspeksi diri) tidak selesai pada rasa takut dan penyesalan. Kalau ada yang salah, sesuatu harus diperbaiki. Jika kerusakan lahir dari keserakahan, cara memperlakukan alam perlu untuk berubah. Jika keselamatan dikalahkan kepentingan, prioritas harus ditata ulang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat, H.Sapto Subagio, Jumat (18/9/2026).

Diuraikan Sapto, keimanan kepada takdir tidak menghapus ikhtiar. Kita memang perlu mencegah seluruh peristiwa alam, tetapi diberi akal dan ilmu untuk mengenali risiko, mempersiapkan diri, serta mengurangi dampaknya.

Muhasabah juga tidak hanya berlaku kepada yang tertimpa musibah.Ketika seseorang diuji dengan kehilangan, orang yang masih memiliki banyak hal yang diuji dengan kepedulian

Iman tidak hanya terlihat dari kemampuan menjelaskan hikmah musibah, tetapi juga dari kesediaan untuk hadir. Ada kalanya bantuan makanan, bantuan tenaga, atau pendampingan lebih dibutuhkan dari pada penjelasan yang panjang tentang mengapa penderitaan terjadi.

Muhasabah tidak harus menunggu kehidupan mengguncang kita. Hari yang tenang justru memberi ruang terbaik untuk berbenah.

Musibah tidak semestinya menjadi kesempatan untuk mengadili mereka yang sedang menderita, musibah dapat dipahami sebagai ujian dan ketetapan Allah yang tetap berada dalam cakupan kasih sayangnya.

Musibah bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak timbulnya asap yang sedang dialami kita saat ini seharusnya menjadi sebuah muhasabah massal bagi kita semua. Karhutla yang mengakibatkan timbulnya asap tebal ,sebagai bagian takdir yang datang dari Allah, juga merupakan konsekuensi dari perbuatan manusia , pungkas Sapto

Bagikan artikel ini:

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua →
SD Muhammadiyah Sampit Galang Donasi Karhutla, Warga Sekolah Bergerak Bantu Petugas dan Relawan

SD Muhammadiyah Sampit Galang Donasi Karhutla, Warga Sekolah Bergerak Bantu Petugas dan Relawan

SD Muhammadiyah Sampit Galang Donasi Karhutla, Warga Sekolah Bergerak Bantu Petugas dan Relawan

Redaksi
Redaksi4 jam yang lalu
Ta'mir Masjid Al Insan RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Mengikuti Pelatihan Khatib dan Bilal Se Kota Palangka Raya

Ta'mir Masjid Al Insan RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Mengikuti Pelatihan Khatib dan Bilal Se Kota Palangka Raya

Ta'mir Masjid Al Insan RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Mengikuti Pelatihan Khatib dan Bilal Se Kota Palangka Raya

Redaksi
Redaksi21 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Serta Berdampak Nyata, PDM Barito Utara Terima Silaturahmi Kapolres Baru

Perkuat Sinergi Serta Berdampak Nyata, PDM Barito Utara Terima Silaturahmi Kapolres Baru

Perkuat Sinergi Serta Berdampak Nyata, PDM Barito Utara Terima Silaturahmi Kapolres Baru

Redaksi
Redaksi2 hari yang lalu
Aksi Solidaritas, MPKU Kalteng Peduli Kesehatan Terhadap Dampak Karhutla

Aksi Solidaritas, MPKU Kalteng Peduli Kesehatan Terhadap Dampak Karhutla

Aksi Solidaritas, MPKU Kalteng Peduli Kesehatan Terhadap Dampak Karhutla

Redaksi
Redaksi14 Sep 2026
PKKMB UMSA 2026 Ajak Mahasiswa Baru Peduli Lingkungan di Tengah Ancaman Karhutla Kotawaringin Timur

PKKMB UMSA 2026 Ajak Mahasiswa Baru Peduli Lingkungan di Tengah Ancaman Karhutla Kotawaringin Timur

PKKMB UMSA 2026 Ajak Mahasiswa Baru Peduli Lingkungan di Tengah Ancaman Karhutla Kotawaringin Timur

Redaksi
Redaksi13 Sep 2026
Avatar
Mediamukalteng.com dengan motto "Da'wah News and Education" sebagai ikhtiar membangun masyarakat madani, harmonis dan berkeadaban.
Copyright © 2026 MediaMu Kalteng
Designed and Developed by Jinara Studio
Muhasabah di Tengah Musibah dan Bencana