Desa Eka Bahurui — Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk inovatif pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kreativitas mengolah makanan. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, kegiatan semacam itu dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menciptakan peluang usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi yang dimiliki desa. Seperti halnya jagung. Bahan pangan lokal ini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Peluang itu diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) Kelompok V Desa Eka Bahurui melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan susu jagung kepada ibu-ibu PKK desa setempat, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain memperkenalkan cara pengolahan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membuka wawasan mengenai kemungkinan pengembangan produk rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KKN Kelompok V. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai tambah. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan susu jagung. Demonstrasi dipandu oleh Juwita, Zahra, dan Ika. Para peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan jagung hingga menjadi minuman susu jagung yang praktis untuk dikonsumsi.
Demonstrasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung proses pengolahan bahan pangan menjadi produk siap konsumsi. Cara tersebut diharapkan dapat memudahkan peserta untuk menerapkan kembali pengetahuan yang diperoleh di rumah.
Selanjutnya, Nia menyampaikan materi mengenai manfaat dan potensi pengembangan susu jagung. Materi tersebut menekankan pemanfaatan jagung sebagai bahan pangan lokal sekaligus peluang untuk menghasilkan produk olahan yang lebih kreatif.
Melalui materi itu, ibu-ibu PKK diajak melihat bahwa bahan pangan yang selama ini mudah dijumpai dapat dikembangkan menjadi produk dengan bentuk dan nilai guna berbeda. Pengembangan produk olahan juga dinilai dapat menjadi alternatif kegiatan ekonomi rumah tangga apabila dilakukan secara konsisten dan disertai pengelolaan yang baik.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian karena menggabungkan unsur edukasi dan praktik. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan jagung sekaligus gambaran mengenai kemungkinan pengembangan produk menjadi usaha rumahan.
Mahasiswa KKN UMSA berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan demonstrasi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan oleh ibu-ibu PKK dalam mengembangkan produk olahan berbasis potensi Desa Eka Bahurui.
Bagikan artikel ini:








