KEMERDEKAAN SEJATI BEBAS DARI BELENGGU HAWA NAFSU

Elzam
ElzamPenulis
Tim Redaksi
Tim RedaksiEditor
17 Agustus 2026Senin, 02:09 WIB
11
KEMERDEKAAN SEJATI  BEBAS DARI BELENGGU HAWA NAFSU

Foto:H. Sapto Subagio, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kapuas

KAPUAS - Kemerdekaan RI yang kini memasuki usia 81 tahun , tidak terwujud jika tidak diikuti iman dan hijrah dan tidak bisa hijrah dengan baik tanpa jihad.Hijrah menegakkan kemerdekaan adalah merupakan konsekuensi sebagai orang beriman dan beramal saleh.

Untuk meraih kemerdekaan sejati seorang beriman harus berjuang membebaskan diri dari “penjajahan” kehidupan yaitu belenggu hawa nafsu.

“Hawa nafsu adalah musuh dalam selimut yang kerap menjajah manusia tanpa disadari,” ungkap Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kapuas, H.Sapto Subagio, Senin (17/8/2026).

Seseorang mungkin merasa bebas melalukan apa saja , namun jika ia selalu menuruti keinginan maksiat, kesenangan sesaat seperti melakukan korupsi , hakikatnya ia adalah tawanan dari nafsunya sendiri.

Belenggu materialisme dan cinta dunia. Terikat oleh rasa takut kehilangan harta, jabatan, atau popularitas sering kali membuat manusia mengorbankan prinsip-prinsip keimanan. Ketika hidup hanya didikte oleh materi, manusia menjadi budak dunia.

“Kemerdekaan sejati dicapai saat dunia berada di genggaman tangan, bukan tertanam di dalam hati,”tegas Sapto.

Belenggu ketakutan kepada sesama makhluk. Orang yang merdeka secara hakiki hanya takut kepada Allah. Tidak akan menggadaikan akidah dan integritasnya hanya karena takut dicela, diintimidasi, atau ditinggalkan oleh manusia. Rasa takut yang berlebihan kepada sesama manusia adalah penjara psikologis yang mengekang jiwa.

Mengisi kemerdekaan dengan ketaatan dan keadilan. Kemerdekaan dalam Islam adalah kebebasan untuk memilih jalan ketaatan dan menebarkan kebaikan.

Kemerdekaan sejati melahirkan jiwa yang mandiri dan berdikari, menggunakan potensi untuk memaslahatan umat dan bangsa.

Adil dan amanah, membebaskan masyarakat dari kezaliman, kebodohan, dan kemiskinan.

Kita jadikan momentum kemerdekaan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan ajang muhasabah (evaluasi diri). Sudahkah jiwa kita merdeka, atau kita masih terjajah oleh hawa nafsu dan kesenangan dunia.

Semoga Allah SWT menyempurnakan kemerdekaan bangsa kita, tidak hanya merdeka secara fisik dan bernegara, tetapi juga merdeka secara spiritual dan menjadi negeri yang thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan berada dalam ampunan Tuhan yang maha pengampun, pungkas Sapto

Bagikan artikel ini:

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua →
Tidak Boleh Bersikap Diam Ketika Amanah Publik Terancam

Tidak Boleh Bersikap Diam Ketika Amanah Publik Terancam

Tidak Boleh Bersikap Diam Ketika Amanah Publik Terancam

Redaksi
Redaksi05 Okt 2026
Kajian Ahad Pagi PCM Pahandut, Menginspirasi Warga Muhammadiyah

Kajian Ahad Pagi PCM Pahandut, Menginspirasi Warga Muhammadiyah

Kajian Ahad Pagi PCM Pahandut, Menginspirasi Warga Muhammadiyah

Redaksi
Redaksi05 Okt 2026
Muhammadiyah Kotim Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Empat Titik

Muhammadiyah Kotim Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Empat Titik

Keterbatasan air bersih membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, harus mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Redaksi
Redaksi04 Okt 2026
Muhammadiyah Salurkan Bantuan Oxycan Untuk Relawan Karhutla Di Kalteng

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Oxycan Untuk Relawan Karhutla Di Kalteng

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Oxycan Untuk Relawan Karhutla Di Kalteng

Redaksi
Redaksi02 Okt 2026
Aksi Nyata, PDA Kota Palangka Raya hadirkan  kepedulian Kesehatan terhadap Dampak Karhutla

Aksi Nyata, PDA Kota Palangka Raya hadirkan kepedulian Kesehatan terhadap Dampak Karhutla

Aksi Nyata, PDA Kota Palangka Raya hadirkan kepedulian Kesehatan terhadap Dampak Karhutla

Redaksi
Redaksi27 Sep 2026
Avatar
Mediamukalteng.com dengan motto "Da'wah News and Education" sebagai ikhtiar membangun masyarakat madani, harmonis dan berkeadaban.
Copyright © 2026 MediaMu Kalteng
Designed and Developed by Jinara Studio
KEMERDEKAAN SEJATI BEBAS DARI BELENGGU HAWA NAFSU