KAPUAS - Kaji tiru bersamaan dengan Rihlah (berwisata) di kemas dalam satu paket kunjungan. Tujuannnya tidak hanya sekedar berwisata (rihlah), tetapi secara aktif mencari ilmu , meniru metode yang baik dan menerapkannya dalam struktur Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kapuas.
Kaji tiru dan rihlah bermanfaat meningkatkan kinerja,mendapatkan informasi baru dan inovasi dari tempat tujuan. Motivasi dan penyegaran dengan mengurangi kejenuhan kerja melalui suasana baru. Dan penguatan tim yaitu membangun kedekatan antara anggota tim dalam perjalanan, terang Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas yang juga pimpinan rombongan,M.Jalaluddin,M.Pd, Senin (22/6/2026)
Selanjutnya dia katakan, kaji tiru Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapuas adalah studi banding untuk mengadopsi keunggulan organisasi , terutama dalam tata kelola pendidikan, penguatan karakter Islami yang dikelola secara modern. Fokus utamanya adalah meniru semangat kerja keras, kemandirian dan pelayanan sosial
Mengadopsi praktik terbaik agar organisasi berkembang di lembaga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Yang fokus pada manajemen unggul organisasi, pelayanan sosial yang profesional , sistematis serta berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Mempelajari dan mengadopsi sistem pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah, bidang pendidikan, Lembaga Amal Zakat,Infaq,dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan klinik kesehatan.
Mengadopsi manejemen sekolah unggulan yang modern, kurikulum berbasis teknologi , dan penanaman karakter Islami yang kuat.
Juga meniru tata kelola organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah, dengan mengamati kedisiplinan dan profesional dalam pengelola amal usaha Muhammadiyah.
Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Kapuas akan melaksanakan kegiatan Kaji Tiru dan Rihlah ke Kabupaten Lamongan Jawa Timur , Kebumen Jawa Tengah , dan Kota Yogyakarta
“ Tempat tujuan Kaji Tiru kami ini diataranya adalah mengunjungi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Gombong di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah , yang merupakan PCM terbaik se Indonesia tahun 2025" ungkap Jalaluddin.
Rihlah (rekreasi) bertujuan untuk tadabbur dan syukur , menjadikan hiburan sebagai sarana merenungkan kebesaran Allah SWT . Untuk mempererat ikatan kekeluargaan (silaturahmi) atau menyegarkan semangat untuk kembali beribadah dan bekerja dengan produktif.
Rihlah sebagai perjalanan yang bernilai ibadah, edukatif, dan sosial. Pembinaan karakter untuk membangun kemandirian, disiplin, dan semangat ukhuwah (persaudaraan).
Kegiatan kaji tiru dan rihlah ini diikuti 35 orang peserta dari Muhammadiyah dan Aisyiyah.Kegiatan lainnya adalah melakukan napak tilas sejarah Muhammadiyah dengan mengunjungi Museum Muhammadiyah di Yogyakarta. Serta berziarah ke makam pendiri Muhammadiyah yang juga Pahlawan Nasional, KH.Ahmad Dahlan.
Penulis: Sapto Subagio
Bagikan artikel ini:








