SAMPIT, — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Timur sepanjang dari Juli hingga September 2026 memantik gelombang kepedulian dari berbagai unsur Muhammadiyah.
Sabtu (19/9/2026), Lazismu Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Amang Ojek menggelar Aksi Bersama Muhammadiyah Tanggap Karhutla dan Dampak Kekeringan.
Aksi kemanusiaan itu dilakukan serentak di lima titik yang menjadi kawasan terdampak asap sekaligus lokasi aktivitas petugas pemadam dan relawan, yakni Perumahan Bumi Ayu Barat, Wengga Metropolitan, Perumahan CMD Bumi Raya I, Jalan Jaksa Agung Perumahan Chalin, dan Perumahan Permata Sari II.
Dalam kegiatan tersebut, relawan Muhammadiyah membagikan paket bantuan berupa suplemen kesehatan, susu dalam kemasan, roti, serta masker kepada para petugas pemadam kebakaran dan relawan yang telah berhari-hari berjibaku memadamkan api di tengah cuaca panas dan kualitas udara yang memburuk.
Karhutla di Kotawaringin Timur hingga awal September 2026 masih menjadi ancaman serius. Musim kemarau yang berlangsung lebih dari tiga bulan membuat lahan gambut mengering sehingga api mudah menyebar. Asap pekat beberapa kali menurunkan jarak pandang di Kota Sampit dan sejumlah kecamatan, sementara masyarakat mulai merasakan dampak gangguan kesehatan seperti batuk, iritasi mata, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Ketua MDMC Kabupaten Kotawaringin Timur H. Muhammad Alexander mengatakan aksi ini merupakan bentuk solidaritas Muhammadiyah kepada para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanggulangan bencana.
“Mereka bekerja dalam kondisi yang sangat berat, menghadapi panas, asap, dan kelelahan. Bantuan sederhana berupa makanan, minuman, suplemen, dan masker diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan mereka selama bertugas,” ujarnya.
Dana kegiatan dihimpun melalui gerakan gotong royong Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kotawaringin Timur. Sejumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah turut berpartisipasi, mulai dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, hingga Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA). Dukungan itu menjadi wujud kolaborasi lintas lembaga dalam merespons bencana yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ketua Lazismu Kotawaringin Timur, Ahirul Agus, menyampaikan bahwa aksi tanggap karhutla merupakan kelanjutan dari rangkaian program kemanusiaan Muhammadiyah selama musim kemarau tahun ini. Sebelumnya, Lazismu bersama MDMC telah menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan serta bantuan air minum kemasan kepada petugas penanganan karhutla.
“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga krisis kesehatan dan kemanusiaan. Karena itu Muhammadiyah berupaya hadir sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.
Selain membagikan bantuan, relawan juga mengedukasi warga mengenai pentingnya penggunaan masker saat kualitas udara memburuk, menjaga kecukupan cairan tubuh, dan mengurangi aktivitas luar ruangan ketika asap berada pada tingkat berbahaya.
Kolaborasi MDMC, Lazismu, organisasi otonom Muhammadiyah, dan komunitas Amang Ojek memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi bencana ekologis yang berulang di Kalimantan Tengah. Para relawan berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi petugas pemadam yang masih terus berupaya mengendalikan titik-titik api di berbagai wilayah Kotawaringin Timur.
Muhammadiyah juga mengajak masyarakat untuk ikut mencegah meluasnya karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api, segera melaporkan titik kebakaran kepada pihak berwenang, serta bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya hilang, aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Bagikan artikel ini:








