Sampit – Sebanyak 100 guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah se-Kotawaringin Timur mengikuti kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Muhammadiyah yang dilaksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 11–13 Juni 2026.
Kegiatan diawali dengan pertemuan dan penyampaian materi di Aula Hotel Vivo Sampit pada Kamis (11/6), kemudian dilanjutkan dengan kunjungan pendampingan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kotawaringin Timur hingga Sabtu (13/6).
Kegiatan yang digagas oleh Pimpinan Daerah Forum Guru Muhammadiyah (PD FGM) Kotawaringin Timur dan didukung oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Muhammadiyah Kotawaringin Timur tersebut menghadirkan tim pendamping dari Direktorat Diksuspala dan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yakni H. Pahri, S.Ag., M.M. dan Drs. Aunur Rofiq, M.Si.
Pada hari pertama, seluruh peserta mengikuti sesi penguatan materi. Dalam pemaparannya, H. Pahri, S.Ag., M.M. menyampaikan materi bertajuk “Desain Sekolah Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan” yang menekankan pentingnya kepemimpinan sekolah yang visioner, penguatan budaya mutu, tata kelola yang profesional, serta inovasi pendidikan sebagai fondasi mewujudkan sekolah yang berdaya saing. Sementara itu, Drs. Aunur Rofiq, M.Si. menyampaikan materi “Penguatan Al-Islam dan Peneguhan Ideologi Muhammadiyah” sebagai landasan dalam membangun karakter dan identitas sekolah Muhammadiyah.
Ketua PD FGM Kotawaringin Timur, M. Andri Muana, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda yang telah lama dinantikan oleh para pendidik Muhammadiyah di daerah.
“Kegiatan ini sudah kami nantikan sejak beberapa tahun terakhir. Kehadiran langsung para tokoh yang berpengalaman dalam transformasi pendidikan Muhammadiyah merupakan kesempatan yang sangat berharga. Menjadi suatu kehormatan bagi Kotawaringin Timur karena dapat memperoleh pendampingan langsung dari para pakar yang selama ini berkiprah dalam pengembangan mutu pendidikan Muhammadiyah di tingkat nasional,” ujarnya.
Setelah sesi materi, tim pendamping melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah Muhammadiyah di Kotawaringin Timur untuk melihat secara langsung kondisi satuan pendidikan, mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi, serta memberikan masukan terkait penguatan mutu sekolah. Kunjungan tersebut mencakup sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK.
Selain melakukan pendampingan di sekolah, tim juga mengadakan forum diskusi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kotawaringin Timur guna merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah di daerah. Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara sekolah, persyarikatan, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Melalui kegiatan pendampingan ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kotawaringin Timur diharapkan semakin siap membangun budaya mutu yang berkelanjutan, memperkuat karakter keislaman, meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, serta mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan sesuai cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah.
Bagikan artikel ini:








