SAMPIT – Tangis yang biasanya mewarnai hari pertama masuk sekolah nyaris tak terdengar di SD Muhammadiyah Sampit.
Sebaliknya, senyum, tawa, dan sapaan hangat memenuhi halaman sekolah saat 35 peserta didik baru mengikuti pembukaan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Mengusung tema “Gembira Berkarya”, kegiatan itu tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi pintu masuk pembentukan karakter sejak hari pertama.
Sejak tiba di gerbang sekolah, para murid baru disambut guru, orang tua, dan kakak-kakak kelas dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang bertugas sebagai pendamping.
Satu per satu peserta didik baru disapa dengan senyum ramah. Mereka kemudian diantar menuju ruang kelas masing-masing. Pendampingan tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus upaya menanamkan budaya saling menghormati dan saling membantu di lingkungan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah Sampit, Mardiyah Siregar, S.Pd.Gr., M.Pd.Gr., mengaku terharu melihat antusiasme seluruh warga sekolah dalam menyambut peserta didik baru. Menurutnya, keberhasilan Fortasi tahun ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara sekolah, orang tua, dan para siswa.
"Saya sangat bahagia dan terharu karena tahun ini terjalin kerja sama yang sangat solid antara guru dan orang tua. Murid-murid yang bertugas sebagai IPM menyambut adik-adik mereka dengan penuh semangat di gerbang sekolah, lalu mengantar hingga ke depan kelas. Hal sederhana ini merupakan bagian dari penanaman karakter agar anak-anak terbiasa peduli, ramah, dan saling menghargai," ujarnya.
Ia menegaskan, SD Muhammadiyah Sampit ingin menghadirkan pengalaman pertama bersekolah yang menyenangkan. Karena itu, Fortasi dirancang bukan sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan proses membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi setiap peserta didik baru.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan berbagai penampilan yang dipersembahkan siswa. Dai cilik dari kelas II, Afifah, tampil membawakan tausiah bertema menyambut adik kelas dengan penuh kebahagiaan. Melalui bahasa yang sederhana, ia mengajak teman-temannya untuk menghormati guru, menyayangi sesama, dan belajar dengan penuh semangat.
Atraksi Tapak Suci kemudian memukau hadirin. Gerakan yang tegas dan penuh percaya diri memperlihatkan hasil pembinaan karakter, kedisiplinan, serta keberanian yang selama ini menjadi salah satu ciri pendidikan di sekolah Muhammadiyah.
Tak berhenti di situ, tepuk tangan kembali menggema ketika murid-murid kelas II dan III menampilkan tarian tradisional Dayak Danum Kaharingan. Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bentuk pengenalan budaya lokal kepada peserta didik baru agar tumbuh rasa bangga terhadap kearifan daerah.
Ketua Fortasi sekaligus Ketua MPLS SD Muhammadiyah Sampit, Marhan, S.Pd.Gr., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan.
"Melalui tema 'Gembira Berkarya', kami ingin menghadirkan pengalaman belajar pertama yang membahagiakan. Anak-anak dikenalkan pada lingkungan sekolah, guru, teman, tata tertib, serta budaya positif yang akan mereka jalani setiap hari. Dengan begitu mereka dapat beradaptasi lebih cepat dan siap mengikuti proses pembelajaran," jelasnya.
Selama pelaksanaan Fortasi, peserta didik juga akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang menanamkan nilai-nilai Islami, kedisiplinan, kemandirian, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Seluruh aktivitas dikemas secara ramah anak sehingga menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan.
Pembukaan Fortasi tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti senyum penyambutan, sapaan hangat, dan kepedulian antarsiswa.
Dengan semangat kebersamaan yang dibangun sejak hari pertama, SD Muhammadiyah Sampit berharap 35 peserta didik baru mampu tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, kreatif, serta siap berkarya dan berprestasi di masa depan.
Bagikan artikel ini:








