SAMPIT – Raut wajah ceria tampak menghiasi wajah puluhan murid TK Aisyiyah 1 Sampit saat melihat langsung hasil stek daun kayu manis yang sebelumnya mereka pelajari.
Kegiatan edukatif yang berlangsung di kediaman Dr. H. Joni pada Kamis (18/6/2026) itu menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dalam mengenal proses pertumbuhan tanaman sejak usia dini.
Sejak tiba di lokasi, anak-anak tampak antusias mengamati berbagai tanaman yang tumbuh subur di halaman rumah. Perhatian mereka tertuju pada tanaman kayu manis yang berhasil tumbuh dari metode stek daun.
Beberapa siswa terlihat saling menunjukkan tunas-tunas baru yang muncul dari media tanam, sementara guru pendamping menjelaskan kembali proses yang telah mereka pelajari di sekolah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan yang dikenalkan kepada peserta didik sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap alam sekaligus mengenalkan ilmu pengetahuan secara sederhana dan menyenangkan.

Dr. H. Joni menjelaskan bahwa pembelajaran mengenai stek daun tidak hanya bertujuan mengenalkan teknik budidaya tanaman, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pembelajaran jenis ini merupakan penerapan ilmu makrifat dalam perspektif keberlanjutan lingkungan. Di mana anak-anak tidak sekadar menikmati hasil alam, tetapi juga harus mengerti ilmu alam dan memeliharanya,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan lingkungan perlu dikenalkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki hubungan yang lebih dekat dengan alam. Dengan melihat langsung proses pertumbuhan tanaman, mereka dapat memahami bahwa setiap tumbuhan membutuhkan perhatian, perawatan, dan waktu untuk tumbuh dengan baik.
Ia menambahkan, pendekatan belajar melalui praktik lapangan seperti ini lebih mudah diterima oleh anak-anak dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan di dalam kelas. Pengalaman langsung akan meninggalkan kesan yang lebih kuat dan membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
Sementara itu, Kepala TK Aisyiyah 1 Sampit, Masda Mashitah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada anak-anak untuk belajar langsung di lapangan. Mereka bisa melihat proses pertumbuhan tanaman secara nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan lingkungan.
Bagikan artikel ini:








