MALANG — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Malang mendelegasikan tiga kadernya untuk mengikuti Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) III yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur. Kegiatan kaderisasi berjenjang ini berlangsung pada 26–28 Desember 2025 di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, mengusung tema “Meneguhkan Ideologi dan Inklusivitas Gerakan Perempuan Berkemajuan” .
Delegasi tersebut dilepas berdasarkan Surat Mandat PDNA Kota Malang Nomor 088/PD/I/a/XII/2025. Tiga kader yang ditugaskan adalah Sovia Haiba Sifana, Ketua Departemen Media Pustaka dan Teknologi Digital PDNA Kota Malang; Bannatul Musfiro, anggota Departemen Kader PDNA Kota Malang; serta Ainnur Rahimah, perwakilan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Sukun, Kota Malang .
Keberangkatan para peserta dilakukan pada Jumat (26/12/2025) pagi menggunakan kereta api dari Stasiun Malang menuju Surabaya. Moda transportasi ini dipilih untuk memastikan ketepatan waktu dan efisiensi perjalanan, mengingat rangkaian kegiatan DANA III dilaksanakan secara penuh selama tiga hari dengan agenda yang padat dan intensif.
Berita Terkait : Pembukaan DANA III PWNA Jatim Teguhkan Ideologi dan Inklusivitas Gerakan Perempuan Berkemajuan
Ketua Umum PDNA Kota Malang Annisa Rosyidah menegaskan, delegasi kader ke DANA III merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menyiapkan pemimpin perempuan yang berkapasitas ideologis dan memiliki kepekaan sosial. “DANA III bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang penguatan nilai Islam Berkemajuan, perspektif keadilan, dan kepemimpinan inklusif yang dibutuhkan kader NA hari ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sovia Haiba Sifana, yang sehari-hari mengampu bidang media dan teknologi digital, menyampaikan harapannya agar DANA III menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan strategi dakwah digital perempuan muda. Menurut dia, tantangan gerakan hari ini tidak terlepas dari arus informasi yang cepat dan kompleks. “Saya ingin memperdalam bagaimana ideologi Islam Berkemajuan dapat diterjemahkan dalam kerja-kerja media yang mencerahkan, inklusif, dan berdampak luas, khususnya bagi perempuan muda,” kata Sovia.
Sementara itu, Bannatul Musfiro menilai keikutsertaannya dalam DANA III sebagai kesempatan strategis untuk memperkaya perspektif kaderisasi. Sebagai anggota Departemen Kader, ia menekankan pentingnya penguatan analisis sosial dan metode advokasi yang responsif terhadap isu perempuan dan anak di tingkat lokal. “Pengalaman di DANA III diharapkan bisa saya bawa pulang untuk memperkuat sistem kaderisasi PDNA Kota Malang agar lebih adaptif dan kontekstual,” ujarnya.
Adapun Ainnur Rahimah, perwakilan PCNA Sukun, memandang DANA III sebagai ruang belajar yang krusial bagi kader akar rumput. Ia menuturkan bahwa tantangan di tingkat cabang sering kali berhadapan langsung dengan persoalan nyata di masyarakat. “Saya berharap dapat menyusun rencana tindak lanjut yang aplikatif, sehingga nilai-nilai ideologi dan inklusivitas benar-benar hidup dalam program PCNA,” tutur Ainnur.
DANA III PWNA Jawa Timur sendiri dirancang sebagai kaderisasi tingkat lanjut yang menekankan pemahaman Risalah Islam Berkemajuan dan Risalah Perempuan Berkemajuan, kemampuan analisis isu strategis, hingga penyusunan rencana aksi gerakan. Melalui pendekatan pembelajaran partisipatif dan observasi lapangan, peserta diharapkan mampu merumuskan solusi transformatif bagi problem sosial di daerah masing-masing .
Dengan mendelegasikan tiga kader dari latar belakang dan peran yang berbeda, PDNA Kota Malang berharap terjadi proses saling melengkapi dalam transfer pengetahuan dan pengalaman sepulang dari Surabaya. Langkah ini sekaligus menegaskan keseriusan PDNA Kota Malang dalam menyiapkan kader perempuan berkemajuan yang siap berkontribusi bagi organisasi dan masyarakat luas. []
Bagikan artikel ini:








